2 Kelurahan dan 1 Desa di Muarojambi Ini Kecipratan Dana Rp 1 Miliar, Ini Penjelasannya

2 Kelurahan dan 1 Desa di Kabupaten Muarojambi kecipratan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementrian Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR). Kelurahan Sengeti Kecamatan Sekernan, Kelurahan Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dan Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu adalah tiga daerah yang mendapat program tersebut.

2 Kelurahan dan 1 Desa di Muarojambi Ini Kecipratan Dana Rp 1 Miliar, Ini Penjelasannya
Bupati Muarojambi Masnah Busro (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - 2 Kelurahan dan 1 Desa di Kabupaten Muarojambi kecipratan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementrian Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (PUPR). Kelurahan Sengeti Kecamatan Sekernan, Kelurahan Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dan Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu adalah tiga daerah yang mendapat program tersebut.

"Alhamdulillah ada 3 daerah yang mendapat program Kotaku di Muarojambi," kata Bupati Muarojambi Masnah Busro Kamis (10/9/20).

Masnah menyebut, ada beberapa indikator dalam program Kotaku tersebut. Indikator-indikator ini nantinya akan dipenuhi agar daerah yang mendapat program tersebut lepas dari predikat kumuh.

"Indikatornya ada sampah, drainase, limbah dan juga jalan. Saya harap ke depan bisa tercipta ikon dari Kotaku ini semisal ruang terbuka hijau," kata Bupati.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Muarojambi Ridwan menyebut tiga daerah yang mendapat program Kotaku ini mendapat kucuran  dana dengan estimasi Rp1 milliar.

"Apa yang dibangun di desa tersebut tergantung kepada kesepekatan desa. Rp1 milliar itu untuk setahun. Pembangunan tersebut tentu membangun indikator-indikator yang ditentukan agar tidak ada lagi kumuh di daerah tersebut," kata Ridwan. 

Program ini kata dia, berkesinambungan dalam rentang waktu 5 tahun. Beliau berharap, ke depan program tersebut bisa kembali digelontorkan agar program Kotaku saat ini bisa berkelanjutan yang pada akhirnya memang tak ada lagi kumuh di daerah tersebut.

"Kita berharap di tahun yang akan datang bisa dapat lagi program Kotaku, karena program ini berkelanjutan hingga 5 tahun. Untuk itu, desa atau kelurahan yang mendapat program tersebut bisa berkonsultasi dengan pengawas program tersebut apa-apa saja sasaran pembangunan yang harus dilakukan," pungkas dia.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi