Ternyata Ini Penyebab Matinya Ribuan Ikan Tapah di Sungai Kandang Bahar Selatan!

Ternyata Ini Penyebab Matinya Ribuan Ikan Tapah di Sungai Kandang Bahar Selatan!
Tim saat memantau lokasi ikan mati (Dok)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI – Masih ingat kasus matinya ribuan ikan tapah secara massal di Sungai Kandang, Desa Tanjunglebar, Kecamatan Bahar Selatan beberapa waktu lalu. Ternyata, matinya ikan tapah dengan berat kurang lebih satu ton tersebut akibat diracun. 

Titik terang kematian ikan tapah tersebut, diketahui setelah dilakukan penyelidikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi. Ternyata ikan-ikan tersebut sengaja diracun melalui makanan.


“Iya ikan itu mati karena diracuni. Tapi racun yang diberikan bukan pada air melainkan pada makanannya. Jadi, racun itu telah dicampuri ke dalam makanan ikan itu,” ungkap Hernowo, Kabid PDSPP Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Jumat (4/10/2019).

Menurut Hernowo, orang yang diduga telah meracuni ikan tersebut sangat memahami apa jenis makanan ikan tapah. Pasalnya, yang mati hanya ikan tapah dan tidak berpengaruh kepada ikan lain yang ada di sungai tersebut.

“Padahal, di sungai itu hidup bermacam-macam ikan. Tapi, hanya ikan tapah yang mati,” ujarnya.

Kasus kematian ikan tapah tersebut terjadi pada Kamis 5 September 2019 lalu, sekitar pukul 24.00 WIB. Saat itu, ada warga sekitar yang sedang memancing. Warga tersebut melihat ada jaring terletak di dalam sungai. Karena merasa tidak curiga, warga yang memancing tersebut langsung pergi.

“Sewaktu hari Jumat siangnya, yang diduga meracuni itu mengambil ikan-ikan yang telah diracuninya. Namun, karena melihat ada warga yang datang, yang diduga itu langsung kabur,” terang Hernowo.

Dikatakan Hernowo, warga baru tahu mengetahui ikan tapah di sungai itu mati pada Sabtu 7 September 2019. Kata dia, mereka mengetahui karena ikan tersebut telah banyak yang mengapung di sungai.

“Jadi kalau ikan itu mati, berselang sehari pasti sudah mengapung,” imbuhnya.

Sementara, akibat dari kejadian itu, kata dia, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk melakukan kegiatan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas).

“Sebelumnya saya bangga dengan masyarakat di desa itu, karena mereka masih melestarikan ikan tapa di sana. Dan juga mereka sangat merawat lubung yang ada di sana. Maka dari itu, kita kedepan ingin lebih melestarikan lagi dengan kegiatan Pokmaswas. Itupun jika ada warga yang mau sukarela menjalankan kegiatan itu,” tuturnya.   

Hernowo menambahkan, kegiatan Pokmaswas itu telah berjalan sejak lama. Ia pun mencontohkan di Kota Jambi sudah banyak yang mengikuti kegiatan tersebut. 

“Seperti di Danau Sipin itu sudah ada yang menjalankan kegiatan Pokmaswas itu. Namanya, Danau Lestari,” tandasnya. (RED)

Kontributor : Romi