Bawa 8,2 Kg Sisik Trenggiling, Dua Pria Asal Jambi dan Sumsel Ini Ditangkap Tim Gabungan

Tim gabungan yang terdiri dari Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPHLHK) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Polda Jambi menangkap dua pria yang diduga hendak menjual sisik trenggiling (Manis Javanica).

Bawa 8,2 Kg Sisik Trenggiling, Dua Pria Asal Jambi dan Sumsel Ini Ditangkap Tim Gabungan
Penangkapan Para Pelaku di TKP (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Tim gabungan yang terdiri dari Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPHLHK) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Polda Jambi menangkap dua pria yang diduga hendak menjual sisik trenggiling (Manis Javanica). 

Keduanya diamankan bersama barang bukti 8,2 Kilogram sisik trenggiling di Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi. 

"Pelaku diamankan bersama barang bukti berupa sisik trenggiling sejumlah 7,8 Kilogram," kata Komandan Brigade Sporc Harimau Jambi, Beth Venri kepada wartawan, Kamis 30 September 2021.

Beth menyebutkan, pada Rabu, 29 September 2021 sekitar pukul 12.40 WIB, kedua orang itu diamankan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jalan Lintas Timur, Desa Rengas Bandung, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi. 

"Satu berinisial Redho Ardiansyah (21) warga Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi dan Wahyu Arianto (26) Warga Kelurahan Cahaya Mulya, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan," ungkapnya. 

Beth juga mengatakan penangkapan berawal dari adanya informasi dari masyarakat bahwa akan adanya transaksi atau pengiriman paket yang berisikan sisik trenggiling. 

"Berdasarkan informasi itu, kemudian kita dari Tim PPHLHK berkoordinasi bersama BKSDA Jambi dan Kepolisian Daerah Jambi untuk melakukan penangkapan," ucapnya. 

Tak hanya mengamankan pelaku, Tim berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa, satu unit sepeda motor merk Honda Scoopy berwarna merah dan bernomor polisi BH 2700 UU, dan dua unit handphone beserta sisik trenggiling sebanyak kurang lebih 8,2 Kilogram. 

Kedua pelaku terancam pidana sesuai Pasal 21 ayat dua huruf d dan Pasal 40 ayat dua, Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi