Wakil Rektor I Unaja, Sebut Demo Mahasiswa Ilegal, Begini Tanggapan Polisi

Wakil Rektor I  Unaja, Sebut Demo Mahasiswa Ilegal, Begini Tanggapan Polisi
Kasat Intelkam Polresta Jambi Deni kawal mahasiswa demo. (Dewi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Keluarnya Mahasiswa Unaja Jambi dari Kampus Adi Wangsa Jambi mendapat tanggapan dari Wakil Rektor I Bastina. Wakil Rektor ini mengatakan Mahasiswa terlalu terburu-buru dan penuh emosi melakukan unjuk rasa.

 

“Terkait tuntutan mereka masalah keterbukaan keuangan, pihak Kampus pernah melakukan rapat terkait hal penggunaan dana namun saat itu tidak ada yang protes,” ungkap Bastina saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis sore (4/7).

 

Selain itu tuntutan mereka untuk mencopot Wakil rektor II dan Kabag Keuangan tidaklah seinstan dan secepat ini. “Itu, semua by proses,” jelasnya.

 

Bastina menambahkan aksi unjuk rasa mereka juga menyalahi aturan atau illegal. Karena tidak sesuai prosedur harusnya mereka berkoordinasi dan memasuki surat terlebih dahulu, mereka langsung saja.  Disinggung terkait kosongnya kampus Unaja, Bastina mengatakan pihak Kampus tidak menyuruh mereka untuk keluar dari kampus.

 

"Namun karena mungkin Mahasiswa terlalu emosi jadi tidak bisa berfikir jernih. Kita masih berharap mereka kembali ke Kampus, untuk saat ini biarkan saja mereka diluar biar mereka bisa berfikir dengan tenang,” ungkap Bastina.

 

Sementara itu, Kasat Intelkam Polresta Jambi Kompol Deni Mulyadi, SE dikonfirmasi terkait izin unjuk rasa, menyatakan mahasiswa hanya memberikan surat pemberitahuan akan melakukan unjuk rasa bukan surat izin. 

 

“Surat pemberitahuan itu, diberikan malam sebelum pelaksanaan unjuk rasa, tepatnya Rabu malam Kamis (03/07).  Sementara menurut undang-undang pengajuan izin unjuk rasa ataupun demo harus 3 hari sebelum pelaksanaan,” jelas Deni.

 

"Seharusnya mahasiswa mengajukan ijin 3 hari sebelum kegiatan jadi kita bisa koordinasi dan menyiapkan anggota untuk menjaga kegiatan aksi tersebut,” jelasnya. 

 

Meski terbilang dadakan, namun kegiatan aksi mahasiswa Unaja Jambi yang kedua kali tanpa pengajuan izin hanya pemberitahuan saja dan itupun dengan waktu yang tidak semestinya, pihak Polresta Jambi melalui Kasat Intelkan tetap melakukan pengamanan sampai hearing di DPRD Provinsi Jambi. “Tadi tetap kita kawal,” tutup Kasat Intel. (RED)

 

Reporter : Dewi Anita