Begini Fakta Terungkap, CEO Gokada Fahim Saleh Dimutilasi

Seorang bos teknologi, Fahim Saleh pria yang dijuluki sebagai 'Elon Musk Dunia Berkembang' ditemukan telah dipenggal dan dipotong-potong dalam pembunuhan yang mengerikan bernilai 6 juta dollar atau setara dengan Rp84 miliar.

Begini Fakta Terungkap, CEO Gokada Fahim Saleh Dimutilasi
Fahim Saleh (kiri)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Seorang bos teknologi, Fahim Saleh pria yang dijuluki sebagai 'Elon Musk Dunia Berkembang' ditemukan telah dipenggal dan dipotong-potong dalam pembunuhan yang mengerikan bernilai 6 juta dollar atau setara dengan Rp84 miliar.

Fahim Saleh terkenal karena perannya dalam menciptakan perusahaan berbagi tumpangan populer di Nigeria dan Bangladesh. Dilansir dari Mirror, Kamis (28/1/2021), pria berusia 33 tahun itu ditemukan tewas di apartemen mewahnya di Manhattan, New York, pada Juli tahun lalu.

Asisten eksekutifnya Tyrese Haspil, yang tinggal di Brooklyn, kemudian ditangkap sebelum didakwa melakukan pembunuhan. Saat ini, dokumen pengadilan telah mengungkapkan bahwa CEO dan investor yang mendirikan perusahaan berbagi tumpangan sepeda motor Nigeria Gokada itu dibunuh pada tahun 2019.

Pengusaha kelahiran Bangladesh itu tidak meninggalkan surat wasiat dan satu-satunya hutangnya adalah hipotek senilai 1,8 juta dollar Rp25 miliar untuk apartemen di lantai tujuh East Houston Street senilai 2,2 juta dollar atau Rp31 miliar.

Karena Saleh meninggal tanpa surat wasiat dan tidak memiliki istri atau anak, menurut hukum New York uangnya akan diberikan kepada orang tuanya, Raihana Saleh dan Saleh Uddin Ahmed.

Haspil dituduh menggunakan Taser pada Saleh dan kemudian menikamnya dengan fatal. Sebelumnya dilaporkan bahwa dia diduga menggelapkan puluhan ribu dolar dari Saleh. Tubuh Saleh ditemukan di beberapa kantong plastik besar berisi kepala dan anggota tubuhnya yang telah dipotong dengan gergaji listrik.

Dari laporan media Amerika Serikat (AS), gergaji listrik masih terpasang ketika tubuhnya ditemukan. Haspil dilaporkan tidak bersalah atas pembunuhan tingkat pertama pada bulan Oktober dan kasusnya masih menunggu keputusan.

Sumber: Indozone
Editor: Ari