Bermukim di Dekat Laut, Indeks Konsumsi Ikan di Tanjab Barat Rendah

Bermukim di Dekat Laut, Indeks Konsumsi Ikan di Tanjab Barat Rendah
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tanjab Barat Neti Martini (Heri Anto/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT- Walaupun Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki sumber penghasilan tangkapan ikan terbesar di Provinsi Jambi dan memiliki hasil laut yang melimpah, ternyata persentase masyarakat Tanjab Barat untuk mengkonsumsi ikan ‎masih sangat rendah.

Hal ini diungkapkan Neti Martini Kepala Dinas ‎Kelautan dan Perikaan Tanjab Barat. Neti mengatakan, Indeksnya hanya berada di angka 33 persen. Dan ini sangat jauh dari indeks secara nasional.

Ada beberapa indikator penyebab rendahnya masyarakat mengkomsumsi ikan tersebut. Pertama, belum terbudayanya pola makan ikan untuk warga Tanjab. Kedua, tingginya nilai jual ikan. Sehingga masyarakat banyakd yang kurang mampu untuk membeli ikan.

"Angka makan ikan perkapita ‎setidaknya mendekati nasional lah. Atau setidaknya menyamai provinsi Jambi.,"terangnya Rabu (27/11).

‎Masih dikatakan Neti, tidak hanya indeks makan ikan saja yang rendah, pola Pangan Harapan (PPH) mayarakat juga rendah.

"Semestinya PPH kita itu tinggi. Makanya ke anekaragman makanan kita itu harus banyak.‎,"timpalnya Neti.

Rendahnya masyarakat mengkonsumsi ikan, ‎ternyata berbanding terbalik dengan komsumsi beras yang cenderung mengalami peningkatan.

"Semestinya komsumsi beras berkurang. Masyarakat mesti banyak mengkomsumsi ikan, sayur mayur dan buah-buahan. Masyarakat mesti mengurangi mengkonsumsi karbohidrat dan lebih banyak komsumsi protein,"sebutnya.

Dengan tingginya perbandingan terbalik, ia berharap masyarakat untuk memperbanyak komsumsi ikan, sayur dan buah-buahan. 

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi