Bocah Asal Tangerang Peretas Situs NASA, Kini Kondisinya Kritis

Kabar terbaru dari bocah SMP asal Tangerang yang pernah meretas situs National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Bocah Asal Tangerang Peretas Situs NASA, Kini Kondisinya Kritis
Ilustrasi. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Kabar terbaru dari bocah SMP asal Tangerang yang pernah meretas situs National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Bocah bernama Putra Aji Adhari itu nasibnya kini cukup miris. Kondisi Putra terbaring tak sadarkan diri di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Tangerang.

Sebelum terbaring, beberapa pekan lalu, Putra sempat mendapat kekerasan fisik dari orang tidak dikenal.

Kepala Putra masih mengalami luka serius akibat pembacokan. Bahkan, ia harus menjalani operasi tempurung kepala agar lukanya tak meninggalkan dampak panjang.

Darso, ayah Putra mengaku belum mengetahui persis insiden yang membuat anaknya ini terkapar.

"Saya fokus kepada pemulihan. Biarkan aparat kepolisian yang menangani proses hukumnya," ujar Darso, Minggu (2/8/2020).

Aparat kepolisian bergerak. Kapolsek Ciledug Kompol Ali Yusron memastikan, penganiayaan terhadap Putra, si bocah peretas situs NASA bukan lantaran pekerjaannya sebagai tenaga IT.

"Itu kan korban anak muda, pelaku yang diamankan seorang juga sama. Jadi kenakalan biasa. Anak-anak suka tawuran itu," kata Ali Yusron.

Berikut deretan fakta terkait Putra Aji Adhari, bocah yang pernah meretas situs NASA kini tergeletak di rumah sakit dihimpun Liputan6.com:

Putra Aji Adhari, bocah SMP asal Tangerang yang pernah meretas situs National Aeronautics and Space Administration (NASA), nasibnya kini miris.

Beberapa pekan lalu dia mendapat kekerasan fisik dari orang tidak dikenal. Saat ini, Putra masih terbaring tak sadarkan diri di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Tangerang.

Putra mengalami luka sayat di sekitar tubuhnya. Dia tak dapat berbuat banyak saat didatangi ke ruang perawatan. Dia hanya dapat terbaring lemas di kamar salah satu rumah sakit di Tangerang.

Kepalanya masih mengalami luka serius, lantaran luka bacok yang dialaminya. Bahkan, Putra diharuskan menjalani operasi tempurung kepalanya, agar lukanya tak meninggalkan dampak panjang bagi dirinya.

Darso, ayah Putra, mengaku belum mengetahui persis insiden yang membuat anaknya ini terkapar.

"Saya fokus kepada pemulihan. Biarkan aparat kepolisian yang menangani proses hukumnya," katanya, Minggu (2/8/2020).

Kata Darso, sampai saat ini dirinya masih mengalami kendala dalam mendapatkan perawatan medis untuk anaknya.

"Istri saya sedang di RSCM untuk menanyakan kamar. Tapi saya belum tau hasilnya," ucap dia.

Darso berharap Putra Aji Adhari dapat penanganan medis yang terbaik saat ini.

Sumber: Liputan6
Editor: Ari