Bukan Karhutla, BPBD Muarojambi Kini Imbau Warga Waspada Banjir

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mengguyur Kabupaten Muarojambi saat ini. Meskipun curahnya dan kondisi air sungai Batanghari masih di bawah ambang batas waspada, warga tetap diminta untuk waspada terhadap potensi terjadinya banjir.

Bukan Karhutla, BPBD Muarojambi Kini Imbau Warga Waspada Banjir
Kalak BPBD Muarojambi Alias (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai mengguyur Kabupaten Muarojambi saat ini. Meskipun curahnya dan kondisi air sungai Batanghari masih di bawah ambang  batas waspada, warga tetap diminta untuk waspada terhadap potensi terjadinya banjir.

"Kalau kondisinya saat ini memang masih di bawah ambang batas, masih normal. Kecuali curah hujan masuk di ambang batas 13,37 MDPL itu sudah masuk status siaga IV, namun tetap kita meminta warga untuk waspada," kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) Muarojambi Alias Rabu (16/9/20).

Alias menyebut, di Muarojambi sudah terpetakan wilayah-wilayah yang kerap menjadi langganan banjir. Setidaknya, ada dua penyebab banjir di Muarojambi, intensitas curah hujan yang tinggi dan meluapnya debit sungai Batanghari.

"Jika curah hujan tinggi, spot yang sering terjadi banjir itu seperti di wilayah Perumahan Mendalo Laut dan Namura Indah di Mendalo Darat Kecamatan Jaluko," kata dia.

Sementara, jika kondisi debit sungai Batanghari naik signifikan, daerah yang menjadi langganan banjir adalah pemukiman warga di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Batanghari.

"Seperti di Desa Pematangjering Kecamatan Jaluko, Desa Manis Mato dan Desa Sungai Aur Kecamatan Kumpeh. Di sana, jika debit sungai Batanghari meningkat biasanya paling dulu terkena banjir," jelas dia.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sarana prasarana serta personel telah dipersiapkan. Warga juga dipinta untuk segera melaporkan jika terjadi banjir di wilayahnya.

"Kita juga mengimbau kepada seluruh warga untuk menjaga kebersihan. Jangan membuang sampah di sungai ataupun di selokan karena bisa menyebabkan aliran air tersumbat dan pada akhirnya bisa mengakibatkan banjir," pungkasnya.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi