Di Tanjabbar 478 Bayi Terserang ISPA, 1.807 Penderita ISPA

Di Tanjabbar 478 Bayi Terserang ISPA, 1.807 Penderita ISPA
Patung menari Tugu Selamat Datang Jambi dipasangkan masker dan kain kafan bentuk protes kepada Pemerintah. (Dewi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA TUNGKAL - Dari laporan bulanan Program Pengendalian ISPA dari 16 Puskesmas di Tanjab Barat. Hingga bulan Agustus 2019, tercatat 478 balita terserang ISPA.

Semakin pekatnya kabut asap yang melanda Tanjab Barat dan sekitarnya selama sebulan terakhir, jumlah penderita ISPA terutama balita akan bertambah.

Kabid P2PL, Dinas Kesehatan Tanjab Barat dr Johannes didampingi tim ahli Junaidi SKM memaparkan, jumlah penduduk yang masih bayi di Tanjab Barat sebanyak 32.834 jiwa. Data itu diambil dari bulan Agustus.

"Di bulan Agustus memang penderita ISPA khususnya bayi mencapai 478 jiwa. Semua sudah mendapat penanganan dari Pukesmas terdekat," terangnya.

Untuk penderita ISPA kurang dari 1 tahun (bayi) sebanyak 55 berjenis kelamin laki laki, dan perempuan 66  bayi. Sedangkan bayi berusia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun sebanyak 164 laki laki dan perempuan 193 dengan total keseluruhan mencapai 478 orang.

"Untuk usia diatas 5 tahun, laki laki 401 perempuan 425 total 826. Dan kemungkinan jumlah ini akan bertambah mengingat kondisi kabut asap makin hari makin pekat," ujarnya.

Dia menambahkan, bulan September 2019 pihaknya baru menerima laporan mingguan pengendalian ISPA. Dan data rinci akan diserahkan pada akhir bulan.

"Untuk laporan bulan September minggu pertama sebanyak 913 dan minggu kedua 894, dengan total 1.807 penderita ISPA. Dan rincianya belum kita terima," terangnya.

Ia menghimbau, kesadaran masyarakat husuanya orang tua sangat berperan penting mencegah ISPA terhadap anak. Dengan membatasi aktifitas anak di luar ruangan, selalu mengunakan masker, dan mengkonsumsi makanan bergizi.

"Pencegahan bisa dilakukan. Kesadaran dan pengawasan masyarakat hususnya orang tua sangat berperan dalam mengantisipasi kondisi ini,"  tutupnya. (RED)

Kontributor : Heri Anto