Diniyyah Al-Azhar Bungo Gelar Haflah Akhirussanah: Cetak Generasi Tangguh Siap Pimpin Masa Depan
BRITO.ID, BERITA BUNGO – Perguruan Diniyyah Al-Azhar Indonesia, Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Bungo kembali menggelar acara Haflah Akhirussanah tahun ajaran 2024/2025, sebagai momentum pelepasan santri MTs dan MA yang telah menyelesaikan pendidikan di lingkungan pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Mei 2025 atau bertepatan dengan 4 Dzulhijjah 1446 H, bertempat di kompleks Pesantren Diniyyah Al-Azhar, Kabupaten Bungo.

Dengan mengusung tema “Generasi Tangguh, Siap Memimpin di Masa Depan”, acara ini menjadi simbol keberhasilan pesantren dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki daya saing di bidang akademik, kepemimpinan, dan karakter.
Acara dihadiri berbagai tokoh penting, antara lain: perwakilan Gubernur Jambi, Asisten I Arif Munandar; Bupati Bungo H. Dedy Putra, SH, M.Kn; Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono, S.Kom; perwakilan Dandim Bute, Pasi Pers; Kadisdik Bungo Endy, S.Pd; perwakilan Kemenag Bungo Kasi Pontren H. Ibnu Hajar, SHI; Camat Rimbo Tengah Erma Suryani; Lurah Cadika Maya Mustika Sari; Ketua MUI Kabupaten Bungo; serta para tamu undangan lainnya.

Turut hadir Ketua Yayasan Diniyyah Al-Azhar Indonesia Umi Hj. Rosmaini MS, M.Pd.I; Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Ust. H. Moch Hafizh El Yusufi, MM; Wakil Direktur Pendidikan Ust. H. Abdul Muhaimin El Yusufi, B.Sy.E, ME; serta Pimpinan Pondok Pesantren KH. M. Zulfadhli El Yusufi, Lc, M.Pd.

Haflah Akhirussanah tahun ini disambut antusias oleh para wali santri, masyarakat, serta tokoh pendidikan di Kabupaten Bungo. Seremoni ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para santri atas capaian mereka selama menempuh pendidikan di Diniyyah Al-Azhar, sebuah lembaga pendidikan Islam yang dikenal dengan kurikulum terpadu antara ilmu keislaman, akademik umum, dan tahfidz Al-Qur'an (menggabungkan Kurikulum Nasional, Al Azhar Mesir, dan Cambridge).
Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan berbagai penampilan dari santri, termasuk pembawa acara dan pidato kelulusan dalam tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia).
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh santri lulusan Daffa Maulana yang memiliki hafalan 8 juz. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Cord Diaz.
Sambutan lulusan disampaikan oleh Jibril dalam bahasa Inggris, santri berprestasi akademik dan non-akademik yang menyampaikan rasa terima kasih kepada para asatidz/ah, guru, serta pimpinan Diniyyah Al-Azhar.

Sambutan juga disampaikan oleh Reyhan Sailendra, santri lulusan dengan hafalan Al-Qur'an 11 juz dan juara 1 Lomba Bahasa Arab, yang dengan fasih menyampaikan pidatonya dalam bahasa Arab. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan, guru, dan para ustadz/ustadzah.
Dilanjutkan sambutan wali santri oleh Mulyadi, S.Sos, yang menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas bimbingan dan ketulusan para pendidik selama ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama anak mereka berada di pesantren.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Jambi yang diwakili oleh Asisten I, Arif Munandar, mengucapkan selamat kepada Bupati Bungo H. Dedy Putra atas pelantikannya beberapa waktu lalu sebagai Bupati periode 2025–2030 oleh Gubernur Jambi, Al Haris.

Direktur Pendidikan Diniyyah Al-Azhar Indonesia, Ust. H. Moch Hafizh El-Yusufi, S.Pd.I, MM, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan pendidikan di lembaga tersebut yang telah memasuki usia ke-48 tahun pada 5 Agustus 2025.
“Alhamdulillah, Diniyyah Al-Azhar tetap konsisten dan komitmen dalam visi pendidikannya, yaitu mencetak generasi pemimpin masa depan. Hari ini kita menyaksikan hasilnya—anak-anak yang akan kita kembalikan kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, setelah 3 hingga 6 tahun ditempa di lingkungan pendidikan Islam yang terintegrasi ini,” ujarnya.
Ustaz Hafizh juga menekankan pentingnya keberlanjutan pendidikan berbasis karakter dan nilai-nilai Islam. Ia menceritakan sejarah awal pendirian Diniyyah Al-Azhar oleh Umi Hj. Rosmaini sepulang dari Diniyyah Puteri Padang Panjang. Dimulai dari satu murid dan dua guru di tengah hutan, kini Diniyyah Al-Azhar berkembang dengan lima cabang di Jambi dan Riau: Muara Bungo, Kota Jambi, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batanghari, dan Kota Pekanbaru.
“Saat ini, Diniyyah Al-Azhar memiliki 2.900 peserta didik dari tingkat anak usia dini hingga perguruan tinggi, menjadikannya institusi pendidikan Islam terlengkap dan terbesar di Provinsi Jambi,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Bupati Dedy Putra yang dianggap bukan orang baru dalam dunia pendidikan. “Beliau sudah menjadi bagian dari Diniyyah sejak 15 tahun lalu saat masih menjabat sebagai Ketua DPRD Bungo. Bahkan beliau sendiri adalah seorang santri, pernah nyantri di Ponorogo. Seorang santri tetaplah santri, tidak ada istilah mantan santri,” tambahnya.
Ustaz Hafizh juga mengungkapkan rencana besar menyambut usia emas Diniyyah Al-Azhar ke-50 pada 2027, yakni pendirian Rumah Sakit Islam dan Universitas Islam, dan berharap dukungan dari pemerintah daerah dan pusat.
Ia menegaskan bahwa pendidikan di Diniyyah tidak hanya berbasis larangan, melainkan strategi kesibukan positif untuk menjauhkan santri dari hal-hal sia-sia.
“Remaja adalah usia yang sangat rentan. Kalau dilarang pacaran, mereka akan melakukannya diam-diam. Maka solusinya adalah menyibukkan mereka dalam kegiatan positif—salat berjamaah, hafalan Al-Qur’an, ekstrakurikuler seperti marching band, hingga belajar malam,” tegasnya.
Puncak kebanggaan acara ini adalah penampilan para penghafal Al-Qur’an. Beberapa santri telah menghafal 30 juz, lainnya mencapai 28, 25, dan 20 juz, menandakan keberhasilan sistem pendidikan terpadu yang diterapkan.
“Setiap hari, para santri wajib menyetor hafalan minimal satu halaman. Sesibuk apa pun, tidak boleh ada alasan untuk tidak setor,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan tidak berhenti setelah kelulusan, melainkan awal dari tanggung jawab besar. “Anak-anak kita hari ini kita kembalikan kepada orang tua dalam kondisi tetap suci, seperti saat mereka dilahirkan. Mari kita jaga bersama agar mereka tidak terkontaminasi pengaruh buruk zaman ini,” pungkasnya.
Asisten I Setda Kabupaten Bungo, Arif Munandar, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada Diniyyah Al-Azhar atas kontribusinya dalam mencetak generasi berkualitas.
“Setiap lulusan Diniyyah Al-Azhar diharapkan menjadi kader bangsa yang mampu berkontribusi di berbagai bidang,” ujar Arif. Ia juga mengajak alumni untuk menjaga nilai-nilai pesantren dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Bupati Bungo H. Dedy Putra, SH, M.Kn memberikan pesan mendalam kepada para santri lulusan. Dengan suara bergetar penuh semangat, ia mengajak generasi muda untuk tidak berhenti mencari ilmu.
“Bertebaran lah sampai ke ujung dunia. Carilah pendidikan sebanyak mungkin, sejauh apa pun itu, demi masa depan dan kebaikan negeri ini,” ujar Dedy di hadapan para santri, wali murid, dan jajaran pimpinan pesantren.
Dedy menegaskan komitmen Pemkab Bungo dalam pemerataan pendidikan, terutama untuk keluarga rentan secara ekonomi.
“Saya akan menyiapkan program kolaboratif untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Saya akan bekerja sama dengan perguruan tinggi, pondok pesantren, dan sekolah menengah,” jelasnya.
Ia bertekad menjadikan pendidikan sebagai hak semua warga, bukan hanya mereka yang mampu. “Bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Bungo menjadi yang terbaik dalam dunia pendidikan di Provinsi Jambi,” tambah mantan Ketua DPRD Bungo tersebut.
Pidato Bupati Dedy mendapat sambutan hangat dari hadirin dan menegaskan kehadiran pemerintah daerah dalam menjamin masa depan pendidikan warganya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian ijazah sebagai tanda kelulusan santri MTs dan MA Diniyyah Al-Azhar, serta penyerahan penghargaan untuk lulusan terbaik oleh Asisten I Arif Munandar dan Bupati H. Dedy Putra, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Dengan berlangsungnya Haflah Akhirussanah ini, Diniyyah Al-Azhar kembali membuktikan konsistensinya sebagai Islamic Boarding School unggulan di Provinsi Jambi, yang terus berkomitmen mencetak kader umat siap berperan aktif di masa depan.
(Ari Widodo I BRITO.ID)

Ari W