Dr. Hj. Elviana, M.Si - Dari Guru Honorer hingga Menjadi Wajah Perempuan Jambi di Senayan

Dr. Hj. Elviana, M.Si - Dari Guru Honorer hingga Menjadi Wajah Perempuan Jambi di Senayan
Dr Hj Elviana MSI. (DPD RI)

BRITO.ID, BERITA OTOBIOGRAFI – Perjalanan hidup Dr. Hj. Elviana, M.Si bukan hanya sebuah kisah karier politik, tetapi cermin dari keberanian seorang perempuan yang menolak menyerah terhadap garis nasib. Di tengah kerasnya dinamika hidup, ia membuktikan bahwa kerja keras, pendidikan, dan keberanian mengambil peran publik mampu mengubah seseorang dari sosok biasa menjadi pembawa dampak besar bagi masyarakat

Elviana lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang menanamkan nilai pendidikan dan kemanusiaan. Jalan hidupnya sebagai pendidik berawal saat ia terjun mengajar di sekolah dengan fasilitas terbatas, tempat ia banyak dihadapkan pada kenyataan bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan belajar yang sama. Dari sanalah kepekaan sosialnya terasah. Ia lalu menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana dari IKIP Padang, sebelum melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Magister Sains di Institut Pertanian Bogor.

RDP DPD RI dihadiri Elviana dan Menkeu Purbaya dibawah ini ;

Nama Elviana kini dikenal luas di Jambi dan kancah nasional. Namun tak banyak yang menyadari bahwa langkah awalnya bukan di ruang parlemen, melainkan di ruang kelas — tempat ia berdiri sebagai guru honorer dengan penghasilan pas-pasan. Sambil mengajar, ia menyimpan tekad besar: pendidikan tidak hanya mengangkat derajat orang lain, tetapi juga bisa menjadi jalan untuk memperbaiki hidupnya dan masyarakat di sekitarnya.

Mimpi itu membawanya menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar sarjana dari IKIP Padang. Tak berhenti, ia kemudian menyelesaikan gelar magister di Institut Pertanian Bogor. Kemapanan intelektual itu semakin menegaskan jati dirinya sebagai seorang pendidik, aktivis sosial, dan perempuan yang memahami betul denyut persoalan masyarakat akar rumput.

Pintu politik terbuka pada Pemilu 2004. Untuk pertama kalinya, Elviana terpilih menjadi anggota DPR RI — sebuah capaian yang bahkan tidak pernah ada dalam bayangan masa mudanya saat masih berjuang sebagai guru honorer. Namun amanah itu ia jawab bukan dengan euforia, melainkan kerja nyata. Setelah menuntaskan masa pengabdian di DPR, ia kembali dipercaya masyarakat Jambi untuk duduk di DPD RI. Gelombang kepercayaan itu terus berlangsung hingga beberapa periode.

Di DPD RI, Elviana menempati posisi penting sebagai pimpinan Komite IV, lembaga strategis yang memegang isu-isu publik esensial: pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebijakan fiskal hingga penanggulangan kemiskinan nasional. Perannya membawa suara masyarakat ke meja kebijakan membuatnya dikenal sebagai legislator yang teguh memperjuangkan kepentingan daerah tanpa kehilangan perspektif nasional.

Komitmennya terhadap akses pendidikan menjadikan jejak pengabdiannya sangat lekat di masyarakat. Melalui Program Indonesia Pintar, ribuan SK beasiswa berhasil disalurkan untuk pelajar Jambi — mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah. Kabupaten, kota, hingga pelosok desa pernah menjadi lokasi penyerahan bantuan pendidikan, salah satu bukti nyata bahwa ia menganggap pendidikan sebagai alat pemerataan kesempatan hidup, bukan sekadar slogan politik.

Tidak berhenti pada sektor pendidikan, Elviana juga banyak terlibat dalam peningkatan kapasitas ekonomi perempuan dan UMKM. Pelatihan literasi keuangan keluarga, pendampingan usaha kecil, hingga pengembangan koperasi perempuan menjadi agenda yang ia dorong dari waktu ke waktu. Bagi banyak perempuan Jambi, sosoknya menjadi bukti bahwa keberanian mengambil peran publik dan ekonomi tidak hanya milik kaum laki-laki.

Meski perjalanan politiknya penuh pencapaian, jalan itu tidak pernah mulus. Kehadiran perempuan di arena politik nasional sering membutuhkan ketangguhan lebih. Elviana tumbuh menjadi sosok komunikatif, kritis, tetapi tetap tegas — karakter yang mengantarkannya diterima sekaligus dihormati dalam pengambilan keputusan tingkat nasional.

Kini, kiprah Elviana tidak hanya dipandang sebagai jabatan legislatif semata. Harapan masyarakat terhadapnya melekat pada persoalan-persoalan nyata: pemerataan pembangunan, pemerluas akses pendidikan, dan memastikan suara masyarakat daerah tetap menggema di ruang pusat kekuasaan. Keberadaannya di Senayan menjadi representasi bahwa perempuan Jambi tidak hanya mampu hadir dan bersuara — tetapi juga mengubah arah kebijakan untuk kesejahteraan banyak orang.

Riwayat Organisasi dan Pengabdian Publik

• Guru honorer dan aktivis pendidikan di Jambi

• Anggota DPR RI (masa awal karir politik)

• Anggota dan senator DPD RI perwakilan Jambi

• Pimpinan Komite IV DPD RI

• Penggerak pemberdayaan ekonomi perempuan dan UMKM

• Program fasilitator pendidikan nasional untuk daerah

Pencapaian dan Dampak Publik

• Penyaluran ribuan SK PIP untuk pelajar Jambi hingga ke pelosok desa

• Advokasi pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur pendidikan daerah

• Penguatan kapasitas koperasi dan UMKM perempuan

• Konsistensi sebagai legislator perempuan Jambi dengan fokus advokasi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat

(Ado)