Empat Pangkalan Gas Elpiji di Merangin Disanksi Agen

Empat Pangkalan Gas Elpiji di Merangin Disanksi Agen
Pangkalan gas elpiji yang disidak tim.(Rhizki/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Sebanyak 4 (empat) pangkalan Gas Elpiji bersubsidi 3 Kg di Kabupaten Merangin disanksi dari agen. Hal ini lantaran ketahuan menyalahgunakan pendistribusian ke masyarakat dan menyalahi aturan yang ditetapkan.

Pemberian sanksi setelah dilakukann Inspeksi mendadak Tim KP3 LPG 3kg kebeberapa pangkalan pada tanggal 16 Juli 2019 yang lalu. 

Dan untuk menindak lanjuti banyaknya pengaduan dari masyarakat adanya dugaan pangkalan menyalahgunakan ketentuan pendistribusian dan  penjualan gas elpiji 3 kg.

“Dari hasil sidak Tim KP3 LPG 3 kg kepada beberapa agen pada bulan Juli 2019 terdapat kesalahan yang ditetapkan," jelas Ladani, Kadis DKUKMPP Merangin, Rabu (14/8).

Adapun 4 (empat) pangkalan yang diberi sangsi pengurangan jumlah gas elpiji 3 kg, yaitu pangkalan Asmara, pangkalan Idul Tahar keduanya di Kelurahan Pasar Atas Kecamatan Bangko. Kemudian pangkalan Junaidi di Kelurahan Pematang Kandis dan pangkalan Suratin sedang ditindak lanjuti oleh agen.

Menurut Ladani, dari hasil rapat koordinasi bersama agen LPG 3 kg juga disepakati diantaranya sosialisasi alat pembayaran link, pembagian kupon pelanggan kepanggkalan yang disahkan oleh pemerintah setempat Lurah/Kades.

Setiap pangkalan harus memasang merek spanduk yang terlihat masyarakat umum, pangkalan harus melengkapi perijinan (SITU,SIUP dan TDP), menjual dengan harga HET Rp17 ribu, agen melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkala, agen tidak menjual gas bersubsidi ke pengecer.

Distribusi LPG 3 kg untuk daerah yang belum terdapat pangkalan akan dikoordinasikan ke Tim koordinasi tingkat Propinsi Jambi untuk pengadaan sub pangkalan sebagai perpanjangan mata rantai distribusi.

“Kita harapkan kepada agen untuk serius menjalankan hasil rapat sehingga tidak ada lagi pangkalan yang menyalahgunakan distribusi dan penjualan Gas elpiji kg,” tegasnya. (RED)

Kontributor : Rhizki Okfiandi