Heboh, Oknum ASN di Disdik Muarojambi Reaktif Rapid Test

Berita mengejutkan datang dari Muarojambi, di mana salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di OPD di Muarojambi reaktif rapid test.

Heboh, Oknum ASN di Disdik Muarojambi Reaktif Rapid Test
Ilustrasi

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Berita mengejutkan datang dari Muarojambi, di mana salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di OPD di Muarojambi reaktif rapid test. 

Informasi didapat, ASN tersebut mendapat hasil reaktif setelah dilakukan rapid test terhadapnya pekan lalu. Pewarta pun mencari kebenaran informasi ini. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Yes Isman dikonfirmasi brito.id, membenarkan informasi tersebut. Rapid test tersebut dilakukan oleh pihaknya pada akhir pekan lalu.

"Rapid test (yang dilakukan) tanggal 20 Juni 2020 yang lalu. Hasilnya reaktif," sebut Yes Isman Senin (29/6/20).

Dikatakan Yes Isman, begitu mengetahui hasilnya Reaktif terhadap yang bersangkutan, keesokan harinya yang bersangkutan langsung dirawat di Rumah Sakit Ahmad Ripin Sengeti. Dia bilang kalau ASN tersebut merupakan hasil traking yang dilakukan pihaknya sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Muarojambi.

"Hasil traking. Yang bersangkutan merupakan ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayan Muarojambi yang berinisial UJ berumur 54 tahun asal Kecamatan Jambi Luar Kota. Dirawat di RS Ahmad Ripin sejak tanggal 21 Juni 2020," kata Yes.

Terhadap pasien tersebut, lanjut Yes, sudah dilakukan pengambilan sampel dahaknya. Sampel tersebut pun sudah dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI.

"Sudah diambil swab, saat ini menunggu hasil," terang Yes.

Tak lupa, Yes Isman menyebut bahwa meski berstatus reaktif rapid test, bukan berarti orang tersebut positif COVID-19. Rapid test adalah alat untuk mengetahui reaksi imunitas tubuh terhadap serangan virus. Jika hasil Rapid test dinyatakan reaktif, maka di dalam tubuh orang tersebut terdapat virus.

"Untuk memastikan apakah itu virus Corona atau bukan adalah melalui uji swab atau uji Polimerase Chain Reaction (PCR). Rapid test ini adalah menguji imunitas tubuh terhadap serangan virus. Jadi sekali lagi, untuk memastikan apakah itu virus Corona atau bukan adalah harus melalui uji swab," terang dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PdK Muarojambi Suryadin dikonfirmasi perihal ini, mengaku belum mendapat laporan ada bawahannya yang reaktif rapid test. 

"Belum dapat laporannya ya nanti saya cari tahu dulu," kata Suryadin singkat.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi