Kasus Anggota DPRD Muarojambi P19 Sampai 3 Kali Mahasiswa Pertanyakan Integritas Kepolisian

Kasus Anggota DPRD Muarojambi P19 Sampai 3 Kali Mahasiswa Pertanyakan Integritas Kepolisian

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda Bersama Masyarakat Muarojambi yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muaro Jambi (IMMJ), Senin (20/5/29) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Muarojambi.

Mereka mempertanyakan kasus dugaan korupsi dana Bansos Kementerian Koperasi dan UKM RI yang menjadi temuan oleh BPKP telah merugikan Negara sebesar Rp870 juta (total lost).

Dalam kasus ini empat tersangka lain sudah menjalani hukuman, sementara satu tersangka a/n Fathuri Rachman hingga kini penanganan kasusnya masih mandek. Fathuri merupakan anggota DPRD aktif Muarojambi yamg sudah dijadikan tersangka oleh penyidik polres sejak tahun 2016 lalu.

Setelah berorasi di depan kantor Kejari, mereka diterima dan diajak masuk ke aula Kejari untuk beraudiensi di sana. Kedatangan mereka diterima Kasi Intel Kejari Novan dan Kasi Pidsus Rudi Firmansyah.

"Kami mempertanyakan kenapa penanganan kasus ini lamban. Sementara rekannya yang lain sudah menjalani hukuman. Bahkan berkasnya (berkas Fauthuri) sampai tiga kali P19. Ini seperti apa? Integritas Polres Muarojambi patut dipertanyakan," kata Inta Umri Habibi, Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI saat audiensi bersama.

Pertanyaan ini langsung ditanggapi Kasi Pidsus Kejari Muarojambi Rudi Firmansyah. Dia membenarkan kalau berkas kasus dugaan korupsi sudah tiga kali diajukan namun masih berstatus P19 (belum lengkap).

"Berkas perkara yang masuk tentu kita periksa, kita evaluasi dan baca secara teliti berkasnya layak atau tidak (untuk dinyatakn P21). Tim menganggap (berkas tersangka Fathuri) belum lengkap karena masih kurang. Penyidik (diminta kejari) lengkapi beberapa bukti-bukti otentik," jelas Rudi kepada para mahasiswa.

Menurut Rudi, status P19 yang sampai tiga kali terhadap kasus ini merupakan rule of the law. Dia menjamin sejauh ini pihak kejaksaan dan penegak hukum masih menjaga integritas dan profesionalitas dalam menegakkan hukum.

"Polres akan lanjutkan perkembangan kasus dan perkara ini transparans dan tidak ditutupi. Kendala cukupi alat bukti. Yakinlah kami tetap profesional, saya jamin integritas kami sampai saat ini masih baik. Mengapa tiga kali sampai P19 adalah rule of the law, bagian dari hukum. Tentu petunjuk yang kami berikan ke penyidik harus dilengkapi agar kasus ini (di persidangan) nanti bisa dibuktikan dan tentu petunjuk itu tidak bisa saya paparkan di sini karena nanti jadi fakta persidangan," pungkas Rudi. (red)

Kontributor: Romi R