Massa Gagal Demo Depan Istana, Polisi Buru-buru Sekat Jalan, BEM UI: Evaluasi untuk Negara ini Belum Selesai

Rencananya, massa dari sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi demo di depan Istana Merdeka. Namun, polisi menyekat di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jl Medan Merdeka Barat. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan massa aksi hanya diizinkan menyampaikan aspirasi di kawasan sekitar Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda.

Massa Gagal Demo Depan Istana, Polisi Buru-buru Sekat Jalan, BEM UI: Evaluasi untuk Negara ini Belum Selesai
Masa demonstran ditahan di Patung Kuda, Jl Medan Merdeka Barat. (Dias/detikcom)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Rencananya, massa dari sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi demo di depan Istana Merdeka. Namun, polisi menyekat di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jl Medan Merdeka Barat.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan massa aksi hanya diizinkan menyampaikan aspirasi di kawasan sekitar Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda.

"Iya kita tahan di sini (patung kuda) ," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di lokasi, Kamis (28/10/2021).

Sambodo menuturkan Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Negara dan sebaliknya ditutup. Massa aksi tidak dapat melanjutkan long march menuju Istana Negara.

"Kita sekat di depan gedung Sapta Pesona," tuturnya.

Sambodo menyampaikan penutupan bersifat situasional. Adapun jalan yang ditutup mulai dari kawasan patung kuda, Harmoni, hingga Gambir.

"Penutupan hari ini sekitaran patung kuda Sapta pesona, kemudian dari Harmoni sama dari arah Gambir ke arah Istana, mungkin nanti semua sifatnya situasional menunggu pergerakan di lapangan," ucapnya.

Sambodo menyampaikan massa aksi akan berkumpul di sejumlah titik. Mereka kemudian akan melakukan long march.

"Sementara (titik kumpul massa aksi) itu di kantor ILO jalan Thamrin, Kedubes Amerika Serikat Balaikota sama di Patung Kuda," ujarnya.

Seperti diketahui, BEM Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi buruh bakal menggeruduk Istana Merdeka, Jakarta, hari ini. Mereka bakal menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh pada hari ini.

"Evaluasi untuk negara ini belum selesai. Masih banyak hal yang harus disuarakan. Momentum dua tahun Jokowi-Ma'ruf harus digunakan untuk memberi evaluasi terhadap kinerja Kabinet Indonesia Maju," tulis BEM UI dalam akun Instagram-nya, seperti dilihat pada Kamis (28/10).

Sekitar 1.000 dari Gebrak (Gerakan Buruh Bersama Rakyat). "Kita koordinasi dengan mahasiswa. Ada sekitar 200 kalau yang dari BEM SI," kata Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos, Kamis (28/10/2021).

Titik kumpul massa buruh berada di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat. Mereka kemudian akan bergerak ke depan Istana, Jakarta.

Massa dari BEM SI, titik aksi berada di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka berkumpul terlebih dahulu di kampus UI.

Nining mengatakan ada sejumlah tuntutan yang diusung dalam unjuk rasa itu. Pertama, tuntutan mencabut UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Cipta Kerja dan berbagai aturan turunannya.

Gebrak juga mendesak penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), setop kriminalisasi dan penangkapan aktivis, serta menjamin persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga dan buruh migran.

Mereka juga menuntut jaminan perlindungan bagi buruh di berbagai sektor, pengusutan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, pengembalian 58 orang pegawai KPK, penghentian pembungkaman dan represifitas terhadap gerakan rakyat.

Selain itu, Gebrak menuntut penghentian kekerasan terhadap perempuan.

"Tuntutan Gebrak itu cabut omnibus law UU Cipta Kerja beserta turunannya, hentikan pembungkaman dan represifitas terhadap gerakan rakyat, usut kasus korupsi BPJS, usut kasus korupsi bantuan sosial, setop PHK sepihak, hentikan kekerasan terhadap perempuan. Rezim Jokowi-Amin gagal sejahterakan rakyat," tutur Nining.

Beberapa elemen masyarakat yang berencana ikut aksi di Istana hari ini antara lain Kasbi, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), LBH Jakarta, YLBHI, SP-Perbankan, KPR, SEMPRO, LMND-DN, hingga GMNI-Presidium.

Sumber: detikcom
Editor: Ari