Mirip Ponari, Begini Fakta Batu Meteorit Jatuh di Lampung

Kisah Ponari beberapa tahun lalu tampaknya terulang. Beberapa waktu lalu, sosok Ponari yang dijuluki dukun cilik jadi viral di tahun 2009. Air yang dicelup batu milik Ponari disebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Warga pun warga berbondong-bondong mengunjungi kediaman Ponari.

Mirip Ponari, Begini Fakta Batu Meteorit Jatuh di Lampung
Batu meteorit Lampung. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Kisah Ponari beberapa tahun lalu tampaknya terulang. Beberapa waktu lalu, sosok Ponari yang dijuluki dukun cilik jadi viral di tahun 2009.

Air yang dicelup batu milik Ponari disebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Warga pun warga berbondong-bondong mengunjungi kediaman Ponari.

Hingga keluarga Ponari menjadi berkecukupan. Kini, terjadi 'tragedi' batu jatuh di rumah warga dan menjadi buah pembicaraan.

Kamis (28/1/2021) malam, suara dentuman keras terdengar dari rumah seorang warga bernama Munjilah (60) di Dusun 5 Astomulyo, Desa Muyodadi, Punggur, Lampung.

Warga sekitar sempat melihat kepulan asap di langit. Bahkan atap rumah Munjilah sampai membuat atap rumah berlubang.

"Lagi kumpul, kami dengar suara keras seperti ledakan," ujar Dalijo, tetangga Munjilah.

"Saya sempat pegang, terasa agak hangat," katanya lagi seperti yang dikutip dari Kompas.

Kemudian, Munjilah menemukan batu yang masih hangat di dapur rumahnya. Batu tersebut ternyata adalah batu meteroit.

"Saya sama suami langsung ke dapur. Di dinding bagian bawah ada batu," ujar dia, Jumat (29/1/2021) seperti yang dikutip dari Kompas.

Tanah di bawah tempat batu itu terjatuh terdapat cerukan berdiameter 20 sentimeter.

Video penemuan batu meteorit di rumah Munjilah kemudian viral di media sosial usai diunggah pada Kamis (29/1/2021) malam.

Di video tersebut, terlihat warga tengah berkumpul di rumah Munjilah.

Di video berdurasi 30 detik itu, warga juga memperlihatkan tanah yang terbongkar bekas dihantam batu.

Terlihat diperlihatkan batu itu berukuran sekitar dua kali kepalan tangan orang dewasa dan berwarna abu-abu.

Selain itu, ada juga tanah yang terbongkar dan diduga dihantam batu.

Kemudian, warga sekitar Dusun 5 Astomulyo, Lampung Tengah sempat mengambil air rendaman batu meteorit tersebut.

Sejumlah warga mempercayai air rendaman batu meteorit itu memiliki khasiat pengobatan. Bahkan ada warga yang merendam batu tersebut di akuarium.

"Ada warga yang bilang, batu itu direndam di akuarium. Lalu air rendaman batu itu diambil, Katanya berkhasiat obat," kata Kepala Dusun 5, Edi Kurniawan, Minggu (31/1/2021).

Tak hanya itu, warga meminum dan mengoleskan air rendaman ke tubuh. Kejadian ini kemudian menimbulkan keramaian di rumah Muljinah.

Peneliti Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), Robiatul Muztaba mengatakan batu itu mengandung unsur logam dan belum diketahui mengandung radioaktif atau tidak.

"Jika mengandung radioaktif, bisa menyebabkan kanker," kata Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera Lampung, Robiatul Muztaba.

Namun, warga mengonsumsi air rendaman batu meteorit itu karena dipercaya memiliki khasiat pengobatan.

"Warga percaya (ada khasiat) padahal nggak ada.

Kami mengedukasi agar warga tidak mengonsumsi air itu," kata Robiatul.

Edi Kurniawan mengatakan petugas Polsek setempat mendatangi rumah Munjilah. Polisi secara tegas meminta batu tersebut disimpan dan ditutup.

Karena batu itu menarik perhatian warga, polisi berharap tidak menimbulkan kerumunan.

"Polisi bilang supaya tidak ada keramaian, karena masih Covid-19 supaya (batu) ditutup," ujarnya.

Sumber: Tribunnews Maker
Editor: Ari