Olimpiade Tokyo, China Kokoh di Puncak dan Indonesia Masih Bertengger di Urutan 53

Negara China kokoh di puncak klasemen perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020 pada Minggu (1/8/2021) pagi WIB. Puncak klasemen dikuasai China dengan total raihan medali terkini yaitu 46. Jumlah tersebut terbagi menjadi 21 emas, 13 perak, dan 12 perunggu.

Olimpiade Tokyo, China Kokoh di Puncak dan Indonesia Masih Bertengger di Urutan 53
Pebulutangkis Indonesia (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Negara China kokoh di puncak klasemen perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020 pada Minggu (1/8/2021) pagi WIB.

Puncak klasemen dikuasai China dengan total raihan medali terkini yaitu 46. Jumlah tersebut terbagi menjadi 21 emas, 13 perak, dan 12 perunggu.

Perolehan 46 medali juga membuat China berada di urutan teratas dalam rank by total atau peringkat berdasarkan jumlah medali.

Total 46 medali di Olimpiade Tokyo sejatinya juga dicatat oleh Amerika Serikat.

Hanya saja, mereka masih kalah dalam raihan medali emas sehingga tertahan di peringkat ketiga.

Adapun Amerika Serikat saat ini menorehkan 16 emas, 17 perak, dan 13 perunggu.

Di antara kedua negara raksasa tersebut, terdapat tuan rumah Jepang yang bertengger di posisi kedua dengan 17 emas, lima perak, dan delapan perunggu.

Negeri Matahari Terbit sejauh ini berhasil merengkuh 30 medali.

Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-53 dengan perolehan tiga medali, yakni satu perak dan dua perunggu. 

Ketiga medali Indonesia tersebut seluruhnya diraih melalui cabang olahraga angkat besi.

Medali pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 disumbangkan oleh lifter putri Windy Cantika Aisah.

Windy Cantika menempati posisi ketiga di kelas 49kg putri sehingga berhak atas medali perunggu.

Prestasi ini menandai debut manis atlet berusia 19 tahun tersebut di ajang Olimpiade.

Debut manis juga dituai lifter Rahmat Erwin Abdullah setelah meraih medali perunggu di kelas 73kg putra.

Adapun satu medali perak Indonesia dipersembahkan Eko Yuli Irawan. Pencapaian itu dapat sang lifter raih menyusul peringkat kedua yang dituai di kelas 61kg putra.

Indonesia dipastikan menambah perolehan medali di Olimpiade Tokyo lewat cabor badminton.

Hal ini tak terlepas dari keberhasilan Greysia Polli/Apriyani Rahayu yang sukses mengalahkan Lee So-hee/Shin Seung-chan (Korea Selatan) di semifinal nomor ganda putri.

Greysia/Apriyani pun mencetak sejarah dengan menjadi ganda putri Indonesia pertama yang berhasil menembus final Olimpiade.

Ini membuat pasangan nomor 6 dunia tersebut praktis akan meraih medali (perak/medali) setelah berhasil melaju ke partai pamungkas.

Greysia/Apriyani akan menghadapi wakil China, Chen Qingchen/Jia Yifan, di partai puncak Olimpiade Tokyo pada Senin (2/8/2021).

Nomor tunggal putra juga berpotensi menambah pundi-pundi medali tim Merah Putih di Tokyo 2020,

Namun, Anthony Sinisuka Ginting terlebih dulu harus mengalahkan unggulan China, Chen Long, di semi final tunggal putra, Minggu (1/8/2021) pukul 11.50 WIB nanti."

Sumber: Kompas.com
Editor: Ari