Pandemi Covid-19, Banyak Perusahaan di Muarojambi Tidak Laporkan PHK Karyawan

Di Kabupaten Muarojambi ada ratusan perusahaan yang beroperasi. Selama adanya Pandemi ini, kondisi ratusan Perusaahan tersebut turut terdampak terjadinya Pandemi.

Pandemi Covid-19, Banyak Perusahaan di Muarojambi Tidak Laporkan PHK Karyawan
M. Amin Kabid Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnakertrans Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Di Kabupaten Muarojambi ada ratusan perusahaan yang beroperasi. Selama adanya Pandemi ini, kondisi ratusan Perusaahan tersebut turut terdampak terjadinya Pandemi. 

Meskipun tak sampai tutup, namun ratusan perusahaan tersebut terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja. Namun sayangnya, para pelaku usaha industri tersebut, tidak melaporkan pengurangan tenaga kerja mereka ke  Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Muarojambi.

"Dari ratusan perusahaan yang beroperasi masih ada yang masih bertahan, namun banyak yang kurangi karyawannya, dan tidak melaporkan,"kata M. Amin Kabid Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnakertrans Muarojambi Rabu (28/7/21).

Amin mengaku tak tahu pasti berapa perusahaan yang memutus hubungan pekerjaan dengan karyawannya. Pun juga berapa jumlah karyawan atau pekerja yang di-PHK lantaran perusahaan tak pernah melaporkan. Mereka hanya tahu dari laporan pengaduan yang masuk ke pihaknya. 

"Sepanjang tahun 2021 ini ada empat pengaduan yang masuk ke Disnakertrans pemutusan kerja dari perusahaan SGS, namun ini sudah dapat penyelesaian," ungkapnya.

Mereka juga berharap pada pengusaha yang beroperasi di Muarojambi, dalam memutuskan hubungan kerja pada karyawannya agar segera dilaporkan. Jangan sampai pemutusan tenaga kerja bisa merugikan kedua belah pihak.

"Agar jangan sampai ada yang dirugikan dalam proses PHK tersebut," kata dia.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi