Perwira BAIS TNI Tewas Ditembak, Pelaku Tahu Korban Sering Bawa Uang Banyak

M, pemimpin dan otak penembakan Komandan Tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di wilayah Pidie, Aceh, Kapten Inf Abdul Majid (53), mengaku merencanakan perampokan setelah melihat kebiasaan korban membawa banyak uang. M kemudian mengajak dua rekannya, AF dan D untuk merampok Abdul. Setelah bersepakat, rencana tersebut kemudian dijalankan. Sang eksekutor AF dipersenjatai SS1-V2 yang berasal dari sisa konflik di Aceh.

Perwira BAIS TNI Tewas Ditembak, Pelaku Tahu Korban Sering Bawa Uang Banyak
Pelaku perampok terhadap Perwira TNI BAIS (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - M, pemimpin dan otak penembakan Komandan Tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di wilayah Pidie, Aceh, Kapten Inf Abdul Majid (53), mengaku merencanakan perampokan setelah melihat kebiasaan korban membawa banyak uang.

M kemudian mengajak dua rekannya, AF dan D untuk merampok Abdul. Setelah bersepakat, rencana tersebut kemudian dijalankan. Sang eksekutor AF dipersenjatai SS1-V2 yang berasal dari sisa konflik di Aceh.

M yang telah mengenal Abdul kemudian mengajak korban bertemu di Jalan Lhok Krincong, Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (28/10/2021).

Sebelum bertemu, M menyampaikan kepada pelaku AF agar menembak mobil yang dikendarai Abdul ketika M keluar dari mobil korban.

AF yang melihat M sudah keluar dari mobil, kemudian menembak pintu sopir hingga menewaskan Abdul. M kemudian masuk ke dalam mobil dan membawa lari uang sebesar Rp 35 juta.

Keesokan harinya, AF, D, dan M kembali bertemu di ladang D untuk bagi hasil. Kepada rekannya, M mengaku uang yang dibawa Abdul hanya berjumlah Rp 5 juta.

Uang itu kemudian dibagikan masing-masing untuk AF sebesar Rp 1 juta, D Rp 500.000, dan sisanya M.

"Ini murni perampokan, kami sudah dalami. Mereka ingin menguasai uang korban," ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, dikutip dari Kompas TV, Minggu (31/10/2021).

Winardy mengaku pihaknya masih menyelidiki alasan Komandan BAIS TNI wilayah Pidie itu sering membawa uang dengan jumlah yang besar.

Para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 340 jo Pasal 365 KUHP jo UU Darurat nomor 12 tahun 1951.

Sebelumnya diberitakan, Komandan Tim (Dantim) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di wilayah Pidie, Aceh, Kapten Inf Abdul Majid (53), ditemukan tewas ditembak di Jalan Lhok Krincong, Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (28/10/2021).

Dari hasil penyelidikan, Abdul ternyata tewas ditembak tiga pelaku yang berniat merampoknya

Sumber: Kompas.com
Editor: Ari