Polres Bungo Tetapkan Eks Anggota KPU Bungo Tersangka & Dijebloskan Penjara

Polres Bungo kembali ungkap kasus baru. Dalam pers rilis yang disampaikan Wakapolres Bungo Kompol Yudi Pranata kali ini terkait kasus penipuan yang dilaporkan Ir Ali Bin Abdullah dengan pasal 378 KUHPidana Juncto Pasal 55 ayat 1 ke1.

Polres Bungo Tetapkan Eks Anggota KPU Bungo Tersangka & Dijebloskan Penjara
Polres Bungo jumpa pers dan Musfal serta Suhermanto menjadi tersangka kasus penipuan (brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Polres Bungo kembali ungkap kasus baru. Dalam pers rilis yang disampaikan Wakapolres Bungo Kompol Yudha Pranata kali ini terkait kasus penipuan yang dilaporkan Ir Ali Bin Abdullah dengan pasal 378 KUHPidana Juncto Pasal 55 ayat 1 ke1.

Wakapolres menjelaskan penyidik Kepolisian menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penipuan. Yakni Musfal (52) mantan KPU Bungo dan Suhermanto alias Herman warga Kenali Asam Atas, Kota Jambi.

"Betul, keduanya ditetapkan tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara. Keduanya terkait kasus dugaan penipuan yang dilaporkan saudara Ali," katanya, Selasa (28/7) dalam keterangan pers.

Bermula pada bulan Desember 2018, Ali membawa anaknya berobat ke Hermanto, saat berobat Ali bercerita dirinya mencaleg DPRD Provinsi Jambi dapil Bute. Kala itu Herman mengaku. Isa membantu memenangkan Ali karena dia dekat dengan orang KPU atas nama Musfal. Dia juga mengaku pernah menjadi tim sukses Bupati Tebo, sehingga Ali merasa tertarik dengan pelaku.

Kemudian Herman mempertemukan Musfal dan Ali di kediaman orangtuanya di Perumnas Cadika Rimbotengah, disitulah keduanya menjanjikan bisa mencarikan 14.000 suara dari Program Keluarga Harapan (PKH). Dan meminta uang operasional secara bertahap.

Tahap pertama Rp30 Juta diserahkan langsung Ali ke Musfal pada Desember 2018. Kemudian tahap kedua pada Januari 2019 Ali menyerahkan uang Rp50 Juta ke Suhermanto dan diserahkan juga ke Musfal. Tahap ketiga pada 12 Januari sebesar Rp20 juta diserahkan kembali ke Suhermanto dari Ali.

Tahap keempat pada 11 Maret 2019 Ali menyerahkan Rp100 juta ke Suhermanto dan dia menyerahkan ke Musfal. Tanggal 12 Maret Ali menyerahkan kembali Rp100 juta ke Suhermanto. Tahap keenam Ali menyerahkan kembali Rp7 juta ke Suhermanto, dan tahap ketujuh Rp5 juta untuk pembelian kain jilbab.

Tahap kesembilan Ali menyerahkan lagi Rp20 juta ke Suhermanto dan dengan total keseluruhan Rp332 Juta yang diserahkan kepada keduanya.

Alasan pelaku Suhermanto meminta uang ke Ali untuk akomodasi Hotel di Jambi dan pertemuan KPU Bungo Tebo dan Provinsi Jambi dalam rangka memenangkan Ali. Namun kenyataannya kegiatan itu tidak ada. Awal pemeriksaan kedua pelaku mengaku menerima uang Rp180 juta dari Ali untuk berbisnis barang antik.

Namun setelah pemeriksaan lanjutan akhirnya keduanya mengaku menerima duit itu bisa menjanjikan Ali duduk di DPRD Provinsi Jambi. Setelah pemilu berlangsung pada kenyataannya suara 14.000 tidak terbukti dan Ali gagal menjadi caleg.

"Setelah bukti permulaan dipenuhi maka keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dilakukan penangkapan dan diperiksa sebagai tersangka," ungkap Wakapolres.

Dalam kasus ini barang bukti yang diamankan sejumlah kwitansi, DCT, kartu tanda anggota dan bukti transaksi bank. (red)