PT BBS Janji Kabulkan Pola Kemitraan dengan Masyarakat Seponjen

Warga Desa Seponjen melakukan aksi penguasaan lahan milik PT BBS pada Rabu (10/08/22) yang lalu. Aksi tersebut mereka lakukan untuk menuntut pihak perusahaan merealisasikan pola kemitraan yang sudah dijanjikan. 

PT BBS Janji Kabulkan Pola Kemitraan dengan Masyarakat Seponjen
Pendudukan Lahan yang Dilakukan Warga Seponjen Beberapa Waktu Lalu (ist)

BRITO.ID, BERITA MUARO JAMBI - Warga Desa Seponjen melakukan aksi penguasaan lahan milik PT BBS pada Rabu (10/08/22) yang lalu. Aksi tersebut mereka lakukan untuk menuntut pihak perusahaan merealisasikan pola kemitraan yang sudah dijanjikan. 

Aksi yang dilakukan masyarakat desa Seponjen ini akhirnya membuahkan hasil. Pihak perusahaan akhirnya menyetujui keinginan masyarakat. 

Hasil itu tertuang dalam berita acara yang ditandatangani pihak terkait termasuk pihak perusahaan. Juga ditandatangani oleh Kabag Ops Polres Muaro Jambi Kompol MT Siregar. 

"Pihak perusahaan akan bermitra dengan masyarakat Seponjen sesuai dengan Permentan No. 26 Tahun 2007 Pasal 11 Ayat (1). Artinya 20 persen dari total lahan milik perusahaan dikelola dengan pola kemitraan dengan masyarakat. Ini sudah diiyakan oleh perusahaan dan diaminkan oleh masyarakat. Pernyataan ini disampaikan oleh Kabag Ops yang dituangkan dalam berita acara saat kami melakukan aksi kemaren," kata Afrizal Mahadi kepada media ini Jum'at (12/08/22). 

Dengan demikian, kata Afrizal, ke depan sudah terjadi kesepakatan pola kemitraan ini. Pihak masyarakat menginginkan agar kesepakatan ini segera dijalankan. 

"Alhamdulillah pola kemitraan sudah disetujui tinggal aturan tekhnisnya saja. Pihak perusahaan meminta waktu sebulan walaupun kami ingin secepatnya dijalankan namun karena berbagai alasan mereka meminta waktu sebulan," kata Afrizal. 

Dengan demikian, kata Afrizal, tanggal 10 September 2022 nanti, terhitung satu bulan kesepakatan itu mesti dijalani. 

"Estimasi waktunya sebulan. Jadi tanggal 10 bulan depan itu sudah harus dilaksanakan kesepakatan pola kemitraan ini. Kami, saya dan masyarakat bisa mengerti mengingat ini bulan yang padat. Mungkin dinas atau instansi terkait banyak kegiatan, namun kami meminta perusahaan tak lagi ingkar ke depannya," kata Afrizal. 

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi