Tak Betah Ngajar SAD di Air Hitam, Dua Ustadz Kabur

Tak Betah Ngajar SAD di Air Hitam, Dua Ustadz Kabur
Bupati Sarolangun Cek Endra saat berbincang dengan SAD. (Arfandi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Dua orang ustad yang mengajar di wilayah Suku Anak Dalam (SAD) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun melarikan diri. Alasannya karena tidak betah berdampingan dengan orang rimba atau suku anak dalam (SAD).

"Ya,dua ustad tersebut sudah tidak ada lagi ditempat suku anak dalam," ungkap Wakil Bupati Sarolangun Hilallatil Badri, Selasa, (20/8/2019)

"Karena dari awal saya katakan, membina SAD sangat memerlukan kesabaran. Karena perilaku mereka berbeda dengan perilaku masyarakat pada umumnya," katanya.

"Dari itu mereka kurang memiliki kesabaran dan budaya sangat beda jauh dengan kita dari sisi kehidupan," katanya.

Wabub mengatakan dilihat dari kesehahteraan guru mengajinya memang sudah memadai. Perlengkapan, fasilitas dan sisi bahan pangan, tempat dan listrik sudah memadai.

"Cukup, cuma kita kurang kontrol, kedepan kita lebih perketat lagi di Dinas Sosial dan Pendidikan sehingga lebih memperhatikan lagi, maka jika kekurangan mereka bisa terkoordinir," ujarnya

Dengan peristiwa kaburnya dua ustadz dari lingkungan SAD ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan pondok pesantren yang sebelumnya mengirimkan ustad itu.

"Mereka (pondok pesantren) akan mengirimkan ustaz yang baru," katanya.

Sebagai mana program awal Pemkab Sarolangun, untuk pendidikan bahwa warga SAD berhak mendapatkan pendidikan yang layak, baik dari sisi formal dan agama.

"kedepan kami wanti-wanti untuk ustad yang baru agar bisa sabar menghadapi orang rimba," pungkasnya. (RED)

Reporter : Arfandi S