Viral Air Sungai Menguning di Lubuk Beringin, Rio: Diduga Akibat Longsor di Hulu, Wisata Luber Tetap Aman
BRITO.ID, BERITA BUNGO – Viral di media sosial sejumlah unggahan yang menyebut kondisi Sungai di kawasan Wisata Lubuk Beringin (Luber), Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, berubah menjadi keruh dan berwarna kekuningan. Dalam narasi yang beredar, kondisi tersebut bahkan dikaitkan dengan dugaan aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah sekitar.
Menanggapi isu yang berkembang, Datuk Rio Lubuk Beringin, Muhammad Al Jufri, S.Pd.I memberikan klarifikasi bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang mengaitkan perubahan warna air sungai dengan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan wisata tersebut.
Menurutnya, kondisi air yang tampak menguning kemungkinan besar disebabkan oleh material tanah yang terbawa arus dari wilayah hulu sungai akibat longsor setelah curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Menanggapi informasi yang viral kemarin, kemungkinan besar terjadi longsor di bagian hulu sungai sehingga material tanah terbawa arus dan membuat warna air terlihat lebih keruh atau kekuningan. Namun secara umum kondisi air masih aman dan tetap mengalir seperti biasa,” ujar Muhammad Al Jufri saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
Ia menegaskan masyarakat maupun wisatawan tidak perlu khawatir berlebihan karena kawasan Wisata Lubuk Beringin masih aman untuk dikunjungi. Pemerintah desa bersama masyarakat setempat terus memantau perkembangan kondisi sungai dan lingkungan sekitar.
“Insya Allah Wisata Luber masih aman. Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan hal-hal yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Meski demikian, Al Jufri mengakui bahwa isu terkait aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) memang kerap menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bungo maupun daerah sekitar. Beberapa pemberitaan sebelumnya juga pernah menyoroti dugaan aktivitas PETI di kawasan Lubuk Beringin dan daerah aliran sungai lainnya. Aktivitas PETI diketahui berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, sedimentasi sungai hingga menurunkan kualitas air apabila tidak dikendalikan.
Karena itu, pemerintah desa mendukung langkah aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
“Kami mendukung upaya penegakan hukum terhadap aktivitas yang melanggar aturan dan merusak lingkungan. Namun masyarakat juga diharapkan tidak langsung menyimpulkan suatu kejadian tanpa data yang jelas,” tegasnya.
Ia mengimbau warga agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial serta memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada publik.
“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berdampak pada citra daerah maupun sektor wisata yang sedang berkembang,” tambahnya.
Saat ini, Pemerintah Desa Lubuk Beringin bersama masyarakat tetap berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan daya tarik Wisata Luber sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Bungo yang dikenal dengan keindahan alam dan kejernihan sungainya.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Jika kondisi sungai sudah kembali normal setelah material longsor terbawa arus, warna air akan kembali jernih seperti biasanya,” pungkas Muhammad Al Jufri.
(Ari Widodo)

Ari W