Yuk Kita Intip Tradisi Sedekah Payo Turun Baumo di Jaluko Muarojambi

Yuk Kita Intip Tradisi Sedekah Payo Turun Baumo di Jaluko Muarojambi
Tampak Para Warga Memadati Areal Persawahan Dalam Tradisi Sedekah Payo Turun Baumo (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Warga Desa Senaung Kecamatan Jambi Luar Kota masih terus menjaga tradisi peninggalan leluhur mereka. Salah satu dari sekian banyak tradisi tersebut ialah Sedekah Payo Turun Baumo.

Baumo dalam Bahasa Indonesia berasal dari kata Huma atau ladang tempat bercocok tanam. Tradisi Sedekah Payo Turun Baumo ini dilaksanakan menjelang datangnya musim tanam tahun 2020 mendatang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memanjatkan do'a kepada Tuhan YME agar nantinya saat bercocok tanam padi di sawah mendapat keberkahan dan dijauhkan dari segala musibah serta mendapatkan hasil padi yang melimpah.

"Kegiatan ini rutin kita lakukan tiap tahun menjelang datangnya masa tanam dan merupakan tradisi leluhur yang masih terus terjaga hingga kini," kata Kepala Desa Senaung Bustomi di sela-sela kegiatan Sedekah Payo Turun Baumo Minggu (22/12/19).

Kegiatan sedekah payo turun baumo pagi itu dipusatkan di hamparan persawahan RT 09 Kelompok Tani Sumber Rezeki Desa setempat. Di Desa Senaung sendiri terdapat 5 kelompok tani, setiap tahunnya acara sedekah payo turun baumo ini diadakan secara bergiliran oleh masing-masing kelompok tani.

"Ini merupakan tanda dimulainya bagi warga untuk bercocok tanam, jadi sebelum turun ke umo (huma/sawah) Kito Baca do'a dulu," sebut Bustomi.

Dikatakannya acara sedekah payo turun baumo ini diawali dengan rangkaian pembacaan Bardah, yang berisi Solawat atas Nabi Muhamamd SAW serta zikir dan doa kepada Allah SWT. Dalam pembacaan sholawat zikir dan doa ini, diletakkan baskom besar yang sudah diisi air, kemudian air tersebut nantinya diambil secukupnya oleh warga dan disiramkan ke sawah masing masing oleh petani.

"Kita taruh air di dalam baskom, trus baca sholawat, zikir dan doa. Nanti air itu kita siramkan ke masing-masing sawah petani," jelas Kades.

Dalam acara tersebut juga hadir Kabid Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikurtura Kabupaten Muarojambi Kailani. Menjelang datangnya musim tanam, warga sangat berharap adanya bantuan benih padi dari dinas.

"Kalau benih saat ini belum ada, masih kosong. Saat ini benih masih di penangkaran, jadi kalau ada yang ingin bantuan silakan mengajukan proposal ke dinas. Saat ini yang ada di dinas itu, mesin perontok padi," terang Kailani.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi