Bawa Kayu Tanpa Dokumen, 2 Warga Muarojambi Ini Diamankan Polisi

Tim Rajawali Polres Muarojambi berhasil mengamankan 2 orang terduga pelaku illegal logging.

Bawa Kayu Tanpa Dokumen, 2 Warga Muarojambi Ini Diamankan Polisi
Konferensi Pers yang Dilaksanakan Polres Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Tim Rajawali Polres Muarojambi berhasil mengamankan 2 orang terduga pelaku illegal logging. 

Kedua orang tersebut diamankan di seputaran jalan Jambi-Suakkandis RT 06 Desa Sumberjaya Kecamatan Kumpe Ulu Kabupaten Muarojambi. 

"Iya ada dua pelaku illegal logging yang berhasil kita amankan pada Senin 4 Januari 2021 malam," kata Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto melalui Kasubbag Humasnya AKP Amradi Senin (11/1/21).

Kedua pelaku tersebut diamankan bersama saat tengah mengangkut kayu rimba campuran sebanyak kurang lebih 10 kubik. Mereka ditangkap saat tim tengah melakukan patroli. 

"Dua pelaku tersebut adalah J (35) warga RT 01 Desa Pematangraman Kecamatan Kumpeh dan ZT (23) warga RT 08 Desa Ramin Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muarojambi," kata Amradi. 

Selain pelaku, polisi juga mengamankan dua unit mobil jenis truk. Yang pertama 1 unit mobil Hino Dutro warna hijau bak Hijau nopol BG 8083 UH dan Colt Diesel 136 PS warna kuning BH 8506 GC yang diduga mengangkut kayu rimba tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

"Pelaku ini mengangkut kayu rimba campuran kurang lebih 10 kubik tanpa dilengkapi dokumen yang sah yang rencana bakal diantar ke sawmil yang berada di seberang Kota Jambi," kata Amradi

Atas perbuatannya pelaku digelandang ke Mapolres Muarojambi dan dijerat dengan Pasal 16 Jo Pasal 88 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

"Ancamannya pidana kurungan penjara paling lama 5 tahun serta pidana denda paling banyak Rp2.5 milliar," kata Amradi.

Sementara salah satu terduga pelaku ilegal logging yang berhasil diwawancarai mengaku baru dua kali melakukan perbuatan tersebut. Mereka mengaku mendapat upah Rp300 ribu untuk sekali angkut.

"Dua kali ini bang. Upahnya 300 ribu per ritnya," kata ZT.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi