Refleksi Akhir Tahun Bidang Pendidikan di Masa Pandemi, dari Kacang Hijau Hingga Poster Cegah Covid-19

PANDEMI Covid-19 telah mengubah rutinitas kegiatan sehari-hari. Tak hanya di luar, tetapi juga di rumah.

Refleksi Akhir Tahun Bidang Pendidikan di Masa Pandemi, dari Kacang Hijau Hingga Poster Cegah Covid-19
Hasil Karya Siswa Belajar dengan Metode Kacang Hijau (ist)

Oleh: Ahmad Syaiful Bahri

BRITO.ID, JAMBI - PANDEMI Covid-19 telah mengubah rutinitas kegiatan sehari-hari. Tak hanya di luar, tetapi juga di rumah. 

Sebagai bagian dari penerapan social distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19. Satu semester awal tahun pelajaran 2020-2021 pun siswa belajar dari rumah.
 
Selama itu, pembelajaran dilakukan secara daring (online) dengan sebutan belajar dari rumah. Bagi sebagian orangtua dan guru hal ini adalah pengalaman baru. 

Anak hanya pindah belajar ke rumah. Guru-guru di sekolah pun tetap memberikan materi ajar dan tugas melalui media digital.  

Satu-dua hari mungkin menyenangkan, tapi bisa membosankan atau merepotkan bila guru tak kreatif memberikan materi ajar atau penugasan pada anak didiknya. 

Nah, banyak cerita menarik hasil pembelajaran selama siswa belajar dari rumah dari beberapa sekolah mitra Program PINTAR Tanoto Foundation di Provinsi Jambi.

Belajar dengan Media Kacang Hijau

Adalah Ilham Dinata (13), siswa kelas VII SMPN 30 Muaro Jambi yang belajar tentang pokok bahasan objek IPA dan pengamatannya.  

Kali ini yang ia amati adalah pertumbuhan kacang hijau dan perbedaan tumbuhan kacang hijau yang terkena cahaya matahari dan tidak terkena cahaya matahari langsung. 

Selama belajar dari rumah, Ilham mempersiapkan segala sesuatunya, seperti 16 buah kacang hijau sebagai objek penelitian (4 biji tiap gelas). 

Kemudian ada kapas, air sebagai bahan tambahan yang digunakan untuk membasahi kapas agar lembab, dan gelas plastik bekas. 

Menurut Ilham, dari hasil pengamatan dibuat grafik perbandingan proses pertumbuhan kacang hijau yang hidup di tempat terang dan tempat gelap.  

"Berdasarkan tabel pengamatan, lalu saya menganalisis, menyimpulkan, dan merefleksikan hasil pembelajaran," katanya, Kamis, (24/12/2020).

Kata Ilham untuk kacang hijau yang terkena matahari akan tumbuh lebih baik (besar) di banding kacang hijau yang tidak terkena matahari.

Kemudian warna batang yang terkena matahari lebih hijau dari warna batang yang tidak terkena matahari (pucat). 

"Yang terakhir arah tumbuhnya akan menghadap ka arah matahari (untuk yang kena sinar matahari) dan untuk yang tidak kena matahari arah tumbuhnya tidak menentu," ujarnya.  

Siswa Buat Poster Cegah Corona

Selama siswa belajar dari rumah harus menyenangkan, jangan sampai mereka tertekan dengan adanya pembelajaran jarak jauh (PJJ).
  
Apalagi pelajaran bahasa Inggris yang merupakan bahasa asing.   

Salah satu yang bisa dilakukan siswa selama belajar dari rumah adalah membuat poster yang berisi tentang kebiasaan baik untuk mencegah tertularnya Covid-19 dengan menggunakan bahasa Inggris.  

Seperti yang dibuat oleh Wardatul Mutmainah (14) siswi kelas VIII SMPN 10 Tebo, Jambi.

Tujuan pembelajarannya adalah siswa mampu membuat gambar atau poster menarik tentang pencegahan Covid-19. 

Wardah menuliskan posternya follow the rules, just stay at home and always wear mask. 

"Jadi belajar bahasa Inggris itu jangan takut salah, jadi kita bisa belajar menggambar dan belajar bahasa Inggris," kata Wardah. 

Ia mengaku senang dengan pembelajaran seperti ini, “Walaupun belajar dari rumah, saya bisa membuat poster,” ucapnya.  

Menurut Lidia Siswanti, guru yang mengajarkan menggunakan media kacang hijau bahwa tantangannya adalah harus menyiapkan bahan bacaan yang lengkap.

"Agar siswa memahami bacaan secara utuh," ujarnya.

Lalu setelah kita menyiapkan bahan bacaan adalah karena ini belajar dari rumah, tentang sinyal pada saat kita mempraktikkan materi. Terutama sinyal yang ada di handphone siswa. 

"Meraka kan jauh ya, dan sinyal juga terbatas, itu tantangannya, makanya harus lengkap bahan bacaannya," ujarnya.

Tantangan berikutnya adalah harus buat Lembar Kerja Peserta Didiknya (LKPD), sehingga hasil pembelajaran bisa diukur.

"Agar tahu hasilnya seperti apa, dan menjadi catatan saya untuk pembelajaran selanjutnya," pungkasnya. (red)