Truk Angkutan Barang Ogah Masuk Jembatan Timbang di Muarojambi, Ini Alasannya

Truk Angkutan Barang Ogah Masuk Jembatan Timbang di Muarojambi, Ini Alasannya
Wakil Kepala Jembatan Timbang, Desa Awin Jaya, Sekernan, Bahtiar Ali. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Jembatan timbang yang berada di Desa Suko Awin Jaya, Kecamatan Sekernan, Muarojambi sudah lama beroperasi. Namun sejauh ini, jumlah kendaraan yang melakukan penimbangan muatan di sana masih sangat minim. 

Rerata dalam sehari hanya 60 kendaraan, padahal jumlah kendaraan angkutan yang melintasi Jalan Lintas Timur Sumatera mencapai ribuan setiap harinya.

"Banyak yang tidak masuk. Dalam sehari paling 60 kendaraan rata-rata," kata Wakil Kepala Jembatan Timbang, Desa Awin Jaya, Sekernan, Bahtiar Ali, kepada BRITO.ID, Rabu (18/12/19).

Menurut Bahtiar, ini terjadi karena tingkat kesadaran para supir untuk menimbang muatannya sangat rendah. Para supir kendaraan barang rata-rata tidak mau masuk ke dalam jembatan timbang meski telah diarahkan petugas. 

"Sudah kita coba arahkan supaya masuk, tapi melawan semua," ujarnya. 

Bahtiar menjelaskan, jembatan timbang saat ini telah dikelola Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar) Kementrian Perhubungan. Pengelolaan jembatan timbang tersebut ternyata memiliki kelemahan lantaran di jembatan timbang tidak ada petugas kepolisian dan TNI.

"Sewaktu dikelola Dishub Provinsi, kan ada unsur Polisi dan TNI di dalamnya. Jadi para supir itu takut. Sekarang ini malah ada kelemahan. Mereka tidak takut sama sekali. Sudah kita arahkan mereka tetap tidak mau masuk," ujarnya.

Bahtiar mengaku kalau pihaknya cukup tegas menindak kendaraan angkutan barang yang melanggar. Setiap hari ada saja kendaraan angkutan barang yang ditilang. "Tiap hari pasti ada yang ditilang, rata-rata lima kendaraan. Pembayarannya melalui pengadilan," ujarnya. 

Bahtiar menyebut praktik pungutan liar terhadap para supir sudah ada di jembatan timbang. Kendaraan yang melebihi tonase atau yang melanggar selalu ditilang. "Praktik seperti itu sudah tidak ada, apalagi sekarang ini ada tim saber pungli. Bahaya kalau dilakukan," ujarnya. 

Jembatan Timbang yang terletak di Desa Suko Awin Jaya ini masih minim fasilitas. Jembatan timbang ini belum memiliki lokasi tempat pembongkaran muatan kendaraan yang over tonase. 

"Fasilitasnya belum ada, kalau melebihi ya kita tilang. Kalau disuruh turunin mau disimpan di mana. Kita belum punya fasiltas. Ke depan nanti akan kita perjuangkan lah," ujarnya.

Penulis: Romi Raden
Editor: Ari