Akses Jalan Rusak Parah, Ratusan Warga Blokir Jalan Masuk ke Desa Talangduku

Ratusan masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Tamanrajo Kamis (24/3/22) pagi tadi melakukan aksi unjuk rasa secara spontan. Ratusan warga dari Desa Talangduku, Desa Tebatpatah dan Desa Kemingkingdalam ini memblokir jalan masuk ke desa Talangduku.

Akses Jalan Rusak Parah, Ratusan Warga Blokir Jalan Masuk ke Desa Talangduku
Ratusan Warga Saat Melakukan Aksi Blokir Jalan (ist)

BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Ratusan masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Tamanrajo Kamis (24/3/22) pagi tadi melakukan aksi unjuk rasa secara spontan. Ratusan warga dari Desa Talangduku, Desa Tebatpatah dan Desa Kemingkingdalam ini memblokir jalan masuk ke desa Talangduku. 

Untuk diketahui, jalan tersebut merupakan akses utama dan satu-satunya menuju ke pelabuhan Talangduku dan sekitarnya. 

Dalam orasinya, warga merasa kecewa lantaran tidak tahan lagi dengan debu yang ditimbulkan sebab tingginya mobilitas angkutan batu bara dan CPO di wilayah tersebut. Selain itu, lantaran aktivitas tersebut, infrastruktur jalan di daerah tersebut menjadi rusak dan berlubang hingga rawan menyebabkan kecelakaan maut. 

"Kondisi jalan di sini memang berlobang dan sudah lama rusak membuat jalan berdebu dan sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari, apalagi anak sekolah," kata Junaidi, salah seorang tokoh pemuda Desa Kemingkingdalam.

Warga yang hari itu datang meminta kepada Pemerintah Kabupaten dan Pengusaha yang ada di Kecamatan Tamanrajo untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Tak hanya itu, mereka juga meminta infrastruktur jalan bisa dilakukan perawatan atau pemeliharaan yang maksimal hingga tak lekas rusak. 

Aksi blokade jalan tersebut tak berlangsung lama. Aparat kepolisian langsung berada di lokasi bersama pihak pemerintah kabupaten Muarojambi mulai dari Dinas PUPR hingga kepala Kecamatan Tamanrajo.

"Personel kira langsung turun ke lokasi untuk mengamankan aksi spontan masyarakat ini," kata Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja. 

Akhirnya, massa dan petugas serta pihak pemerintah melakukan mediasi. Massa pun bubar dan blokade jalan langsung dibuka. 

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi Yultasmi yang juga turut hadir pada aksi ini mengatakan pengerjaan jalan ini sebelumnya juga sudah pernah dilakukan oleh Pemkab Muaro Jambi dan para pengusaha  dengan menimbun jalan, dengan program gerakan seribu lobang. Yultasmi menyebut, dalam APBD Tahun Anggaran 2022 ini, telah dianggarkan pembangunan jalan tersebut. 

"Jelang tender, kami juga telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk melakukan penyiraman agar debu tidak beterbangan," sebut Yultasmi. 

Untuk mengatasi debu, hari itu, Polres Muaro Jambi langsung menurunkan mobil watercanon, dan melakukan penyemprotan agar jalan tak berdebu. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi