Pemadaman di Lahan Konsesi PT BEP Kesulitan Sumber Air, Zakir : Kanal-kanal Kering

Pemadaman di Lahan Konsesi PT BEP Kesulitan Sumber Air, Zakir : Kanal-kanal Kering
Kepala Pelaksana BPBD Muarojambi M. Zakir. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lahan konsesi PT Bara Eka Prima masih terjadi. Luas lahan PT BEP sendiri meliputi tiga desa yakni Desa Puding, Betung dan Desa Pematangraman, Kecamatan Kumpeh. 

Tim gabungan dari BPDB, TNI, POLRI, Manggala Agni kesulitan melakukan pemadaman karena minimnya sumber air untuk memadamkan api yang kian menjalar. Akibatnya, tim di lapangan tak bisa berbuat apa-apa untuk memadamkan api

"Saat pukul 14.00. Ini (pemadaman) tidak bisa kita lakukan. Sumber air tidak ada," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Muarojambi M. Zakir Sabtu (21/9/19) melalui video yang dikirimkannya melalui WhatsApp.

Dari video itu terlihat kondisi api masih menyala di lahan PT Bara Eka Prima. Tim pun tak bisa berbuat apa-apa karena minimnya sumber air. Kanal-kanal atau parit yang dibangun di sekeliling lahan perusahaan tak ada airnya.

"Tim dari dari BPBD, Manggala Agni, TNI, POLRI tidak bisa (lakukan pemadaman). Kanal-kanal kering sumber air tidak ada," ujar Zakir dalam video didampingi personel TNI.

Akibat kondisi hutan dan lahan yang terus terbakar, membuat kabut asap menebal. Bahkan dalam sehari ini, jagat media sosial dihebohkan dengan kondisi daerah Kecamatan Kumpeh khususnya di Desa Mekarsari, Pulaumentaro dan sekitarnya yang memerah layaknya diselimuti kobaran api. Kondisi ini membuat suasana siang di sana seperti malam hari. (RED)

Kontributor : Romi R